Pertama kali mendengar nama kerupuk basah, mungkin orang berfikir kerupuk yang dilumuri atau direndam dengan air. Sehingga wujud kerupuk yang biasanya kering, menjadi sebuah kerupuk yang basah. Akan tetapi, kerupuk basah khas Kapuas Hulu tidak demikian adanya. Penganan yang berbahan dasar ikan ini, berbentuk bulat memanjang dan terasa kenyal serta lunak.
Kerupuk basah hampir mirip Siomay di Jawa atau Empek-empek di Sumatera. Untuk membuat Kerupuk Basah diperlukan bahan seperti daging ikan. Lebih enak jika menggunakan Ikan Belidak. Terus dijadikan adonan bercampur tepung sagu, tepung kanji, garam, merica, bawang putih dan bumbu lainnya.
Adonan ikan dan tepung digiling dan dicampur sampai menyatu dan diberi air. Bumbu dicampurkan dan adonan yang menyatu di buat bulat memanjang. Masyarakat Kapuas Hulu lebih familiar menyebut kerupuk basah dengan satuan lungkung. Lungkong-lungkung itu kemudian di kukus sampai masak.
Menikmati kerupuk basah yang sudah masak bisa dimakan begitu saja. Akan tetapi, lebih nikmat jika bersama sambal. Karena ada aroma ikan, ada juga masyarakat yang sebelum makan kerupuk basah terlebih dahulu digoreng.
Sumber : http://disbudpar.kalbarprov.go.id